Minggu, 11 Desember 2016

Ngopi, Main Gaple Sama Tuhan

Jika mungkin sejak bertahun lalu kehidupan malam pada sepertiganya diiisi dengan do'a, tangisan, dan ratapan harapan. Saat ini mungkin lebih santai dengan rasa yang mati antara tetap menyembah Tuhan tanpa harus merengek kesakitan.

Bahkan mungkin tak perlu lagi ada bunga, puisi, pujian, dan rayuan. Aku hanya diam, menyerahkan jiwa dan raga pada Tuhan, sambil menyeruput kopi.

Sudahlah, kita sama tahu, Engkau Tuhan dan aku hamba. Apa iya cara-cara pedekate dengan rayuan gombal masih berlaku disini? Sesekali saja mungkin. Sepasang kekasih pun tak melulu harus mendeklarasikan cinta, tapi rasa selalu berbicara.

Ratapan pada sepertiga malam mungkin terjadi ketika hamba terlalu putus asa dengan keinginan. Lalu seorang hamba menangis sejadi-jadinya sambil berdo'a. Berharap Tuhan iba, dan mengabulkan permohonannya. Padahal, tangisan itu ya hanya saat tertentu saja, di sepertiga malam terakhir yang dianggap waktu yang tepat dengan do'a mustajab. Setelah itu, lupa.

Dengan tanpa mengurangi cinta, di luar kewajiban hamba, ada saatnya main gaple sambil menyeruput kopi, pada sepertiga malam sambil mengingatMu, Tuhan.

Minggu, 20 Juni 2010

Rindu Padamu


Cinta ini memang untukmu, bukan karena tak ada cinta yang lain di hatiku
Rindu ini kupersembahkan untukmu, bukan karena aku tak merindukan mereka
Aku, kamu, dan mereka adalah sebuah rangkaian nasib yang terus berjalan..

Ingin kuhabiskan beberapa detik bersamamu, hanya berdua, hanya berdua saja
Bagaimana aku tidak ingin bersama mereka, yang menjadi bagian dari perjalanan panjang ini?
Kita dan kalian pasti akan menyadari segala dilema ini.

Kala nuansa menjelma dalam sebuah bingkai masa lalu semu, bisa saja kita menangis
Atau menampar kecerdasan otak kita tentang kebodohan masa lalu, sia-sia
Karena pada kenyataannya kita masih bernyawa sekarang.

Kehampaan hati yang membeku tak mudah terobati dalam waktu satu detik
Jadi biarkanlah kebekuan itu mencair dalam setiap masa yang terlewati
Bukan hitungan menit, jam ataupun satu hari, tetapi seumur hidup.

Rasa rinduku tak pernah bertepi dalam setiap langkah hidupku, aku tak menyimpannya
Tetapi dia datang begitu saja dalam sisi ruang otak kanan ini tanpa diduga
Bahkan seperti tak pernah kusadari sebelumnya, tetapi dia mendekap erat jiwaku

Rasa rindu ini telah kupersembahkan untuk dirimu, dalam setiap ruang waktu
Membayangi langkah-langkah kecilku yang semakin pilu, aku tak pernah ingin mengenangmu
Rinduku padamu, bukan untuk bertemu..

Rabu, 02 Juni 2010

Berdirilah

Berdirilah seperti tak akan pernah kau menangis dan biarkanlah malam menyembunyikan senyuman sang rembulan. Karena malam ini, sampai malam ini semuanya telah berlalu dan tak akan ada yang kembali. Begitulah cinta kita yang hanya abadi dalam hati. Hati ini saja, bukan hati siapa-siapa, bukan pula hatimu, hanya hatiku. Kekuatan cinta yang dulu membara laksana api yang membakar sebongkah kayu kering tanpa tersisa sedikitpun kecuali abu. Ya.. hanya abu-abu cinta yang ada di dalam lubuk hatiku yang paling dalam.


Dapatkah kudapatkan lagi kekuatan cinta seperti itu.. hanya kekuatan dalam sebuah memory yang menjelma menjadi sebuah kekuatan pemikiran diri sendiri. Hanya kekuatan individu untuk tetap berdiri tanpa harus bersandar kepada sesuatu yang semu. Mencoba mengenali diri sendiri lebih dalam dalam naungan kasih sayang sang pencipta yang mengetahui segala apa yang terbaik untuk hamba-Nya.


Berdiri dalam sebuah konsep kesendirian yang beku. Menelusuri sungai-sungai mimpi sang fajar. Mencari sebuah arti dalam makna kehidupan yang harus terus dijalani. Menjadikan aku tak pernah takut untuk kembali bermimpi dan terus mengejar mimpi. Berharap mendapatkan sesuatu yang berharga untuk dikenang, untuk dibanggakan. Marilah kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu berdiri tanpa harus bersandar pada tongkat-tongkat kayu yang rapuh.. yang tidak akan setegar semangat jiwa dan kekuatan hatimu.


Mencintai diri sendiri adalah sebuah kunci untuk mencintai orang lain. Karena ketika kita mencintai diri kita sendiri kita telah memberikan sesuatu yang pantas untuk orang lain agar mencintai kita dan pantas untuk kita dapat mencintai orang lain. Memberikan kebahagiaan yang kita rasakan untuk berbagi dengan sang kekasih. dan menerima keindahan dari kondisi itu karena kekasih kita pun akan memberikan cinta dan kebahagiaan untuk kita sang pecinta.