Rabu, 02 Juni 2010

Berdirilah

Berdirilah seperti tak akan pernah kau menangis dan biarkanlah malam menyembunyikan senyuman sang rembulan. Karena malam ini, sampai malam ini semuanya telah berlalu dan tak akan ada yang kembali. Begitulah cinta kita yang hanya abadi dalam hati. Hati ini saja, bukan hati siapa-siapa, bukan pula hatimu, hanya hatiku. Kekuatan cinta yang dulu membara laksana api yang membakar sebongkah kayu kering tanpa tersisa sedikitpun kecuali abu. Ya.. hanya abu-abu cinta yang ada di dalam lubuk hatiku yang paling dalam.


Dapatkah kudapatkan lagi kekuatan cinta seperti itu.. hanya kekuatan dalam sebuah memory yang menjelma menjadi sebuah kekuatan pemikiran diri sendiri. Hanya kekuatan individu untuk tetap berdiri tanpa harus bersandar kepada sesuatu yang semu. Mencoba mengenali diri sendiri lebih dalam dalam naungan kasih sayang sang pencipta yang mengetahui segala apa yang terbaik untuk hamba-Nya.


Berdiri dalam sebuah konsep kesendirian yang beku. Menelusuri sungai-sungai mimpi sang fajar. Mencari sebuah arti dalam makna kehidupan yang harus terus dijalani. Menjadikan aku tak pernah takut untuk kembali bermimpi dan terus mengejar mimpi. Berharap mendapatkan sesuatu yang berharga untuk dikenang, untuk dibanggakan. Marilah kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu berdiri tanpa harus bersandar pada tongkat-tongkat kayu yang rapuh.. yang tidak akan setegar semangat jiwa dan kekuatan hatimu.


Mencintai diri sendiri adalah sebuah kunci untuk mencintai orang lain. Karena ketika kita mencintai diri kita sendiri kita telah memberikan sesuatu yang pantas untuk orang lain agar mencintai kita dan pantas untuk kita dapat mencintai orang lain. Memberikan kebahagiaan yang kita rasakan untuk berbagi dengan sang kekasih. dan menerima keindahan dari kondisi itu karena kekasih kita pun akan memberikan cinta dan kebahagiaan untuk kita sang pecinta.